Dari Sekian Cara
Awal dari semua perjalanan kehidupan itu suatu perjuangan,aku pernah diposisi tak berarti semua apa yang aku miliki. Manusia memanglah rakus(ujarku dalam hati).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ
“Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian dan hamba mode. Jika diberi, ia ridho. Namun jika tidak diberi, ia pun tidak ridho”. (HR. Bukhari no. 6435)
Terbukti jelas pada hadist tersebut manusia tamak akan hal kehidupan mewah selalu mencari dan berjuang untuk memiliki itu semua. Sadar akan tak berarti menyerah begitu saja tanpa henti,belum ikhlas yang sudah terjadi malah ingin berhenti tanpa pasti. Ingin selalu mendapatkan yang terbaik tapi disisi lain disyukuri apa yang berarti hingga suatu saat nanti ada sisi yang begitu pasti.
Cara allah memberikan suatu rezeki kepada Hambanya berbeda-beda caranya, kadang lewat dari rasa nikmat melihat nikmat bisa menghirup udara banyak nikmat yang dirasakan saat bangun tidur lalu tidur lagi.
Namanya hidup pasti penuh dengan tantangan dan ujian semakin kita kejar pasti banyak cobaan yang harus dihadapi.
Sedikit cerita kehidupanku yang jatuh tak ingin hidup lagi sampai sekarang aku cuman mikir bagaimana caranya hidupku tak perlu banyak tapi hiduoku selalu tenang. Itu saja yaaallah yang aku inginkannn....
Karna aku pasrah saat itu semua yang aku miliki itu rasaku sudah banyak tapi bagi orang kaya pasti hanyalah sedikit entah kenapa menghilang lenyap juga tak sanggup kunikmatin semua, ujian itu membuatku terdiam seketika tanpa ada yang tau keluargaku hanya orang tertentu saja yang tau akan hal yang membuatku blank seketika. Saat itu juga aku mikirnya aku tak pantas mempunyai banyak uang, aku juga tak pantas untuk hidup didunia karna menyusahkan orang saja, begitula otakku bertentangan seketika hancur pikiranku untuk berpikir bagaimana jalan keluarnya.
Obat ampuhnya berdoa dan meminta kepada allah perlahan pasti aku pasrah dengan semua yang terjadi terus menahan tangisan sendiri lewat tulisan yang selalu kulakui.
Perlahan Pasti aku menerima takdir keikhlasan yang pernah terjadi.
aku mikirnya mungkin orang penipu itu lagi membtuhkan kali untuk dirinya, mungkin juga perusahaan mereka lagi butuh modal,mungkin keluarganya lagi butuh buat anaknya makan, pikiranku selalu kesana tapi masih ketakutan dalam pikiran.
Hal itu pula kupastikan secara ikhlas betul-betul, mikirnya masih ada yang lebih susah daripada dirimu loooo jadi ikhlas,bersabar,berusahalah.
Syukuri apa yang ada.....
Semangatt teruss yaa......
Masih Panjang perjuangann kita okee:)
Best Friend terbaikmu itu The Only AL-QURAN
Komentar
Posting Komentar